PENGEMBANGAN KURIKULUM

Pengertian Kurikulum :
Fungsi Kurikulum :
- Bagi sekolah : perangkat (lunak) untuk mencapai tujuan (visi-misi) sekolah
- Bagi anak didik : bahan untuk memperoleh pengalaman, baik pengethuan, sikap atau
ketrampilan
- Bagi Guru : pedoman melaksanakan tugas mengajar di sekolah/klas
- Bagi orangtua : media untuk membimbing/mengawasi belajar anaknya
- Bagi sekolah yang lebih tinggi : memelihara kesinambungan pendidikan
- Bagi masyarakat/pemakai lulusan : untuk menyiapkan tenaga kerja sesuai dengan
kebutuhannya


KURIKULUM PAI
Seperangkat bahan pembelajaran tentang pelajaran PAI yang diajarkan di sekolah
Fungsi Mata Pelajaran PAI :
1. Pengembangan
2. Penyaluran
3. Perbaikan
4. Pencegahan
5. Penyesuaian
6. Sumber Nilai
7. Pengajaran


KOMPONEN KURIKULUM
Tujuan : harapan yang ingin dicapai setelah peserta didik lulus dari lembaga itu
Isi : Pelajaran yang diajarkan di sekolah
Intra kurikuler
Perbedaan Isi Kurikulum :
Organisasi Pengaturan bentuk penyajian bahan dan pelaksanaannya di sekolah
Strategi : Taktik mengatur pelaksanaanya,supaya tujuan tercapai
Tatap muka (sekolah formal):
Intrakurikuler : kegiatan terjadwal dengan alokasi waktu yang sudah ditentukan secara terstruktur
Ekstrakurikuler : kegiatan diluar jam terjadwal, waktu dan tempat bebas.

Belajar Mandiri (Sekolah terbuka dan kelompok belajar)
- Peserta didik belajar sendiri atau
berkelompok.
- Guru hanya sebagai tutor

AZAS-AZAS KURIKULUM
Teori belajar :
Perkembangan jiwa anak :
0 – 2 tahun : Masa bayi
3 - 6 tahun : Masa kanak-kanak
7 – 12 tahun : Masa intelektual
13-19 tahun : Masa Remaja (Puber)
20 tahun keatas : Masa dewasa

Kebutuhan masing-masing masa berbeda, karena itu materi pelajaran perlu disesuaikan dengan masa perkembangan jiwanya.

ORGANISASI KURIKULUM
1. SEPARATE SUBJECT CURRICULUM
Ciri-ciri :
- Bahan pelajaran disajikan secara terpisah satu sama lain
- Lebih mementingkan materi (subject center) dari pada kebutuhan anak (child centerd)
- Mengutamakan pembentukan intelektual, kurang memperhatikan pembinaan kepribadian
- Scope bahan pelajaran disusun oleh tim pengembang kurikulum
- Paling banyak diikuti.
Contoh :
Pelajaran : Fiqih, Fisika, Sejarah, Geometri dsb.

2. CORRELATED CURRICULUM
Ciri-ciri :
Bahan pelajaran dari beberapa mata pelajaran digabungkan
Bentuk penggabungan dapat bervariasi :
Insidental : hanya secara kebetulan karena ada hubungan lalu digabungkan
Integrasi : karena ada kesamaan pembahasannya maka diintegrasikan kedalam satu pokok bahasan.
Broads-fields : dua pelajaran karena ada kesamaan di lebur menjadi satu pelajaran
Contoh :
Pelajaran : Qur’an-hadits; Aqidah Akhlak; IPS;IPA,Matematika, Penjaskes

3. INTEGRATED CURRICULUM
Ciri-ciri :
Bahan pelajaran dari berbagai pelajaran dilebur menjadi satu kegiatan belajar (unit)
Kegiatan belajar sesuai dengan kebutuhan hidup anak dalam kehidupan sehari-hari (life centered)
Bahan pelajaran dipilih sesuai dengan kebutuhan anak, perkembangan zaman dan iptek
Menggunakan teori belajar organisme (gestalt)
Proses pembelajaran membutuhkan waktu panjang.
Contoh : Kurikulum di TK/RA, SD/MI kelas I-III


B. Struktur Vertikal :



b. Pengelolaan unit waktu tiap pelajaran
Tergantung besar kecilnya peran suatu mata pelajaran dalam mencapai tujuan institusionalnya
Tergantung keluasan, kekomplekan dan kesulitan bahan sebuah mata pelajaran.
Peranan sebuah mata pelajaran untuk menyiapkan lulusan sesuai dengan visi dan misinya
Mata pelajaran yang kurang berperan diberialokasi waktu sama
c. Pengelolaan unit waktu untuk tiap pokok bahasan/tema/konsep
Tergantung peranan pokok bahasan/tema/konsep untuk mencapai standar kompetensinya
Luas, komplek dan sulitnya tiap pokok bahasan/tema/konsep
Aspek-aspek yang menjadi tujuan pembelajaran (kognitif/afektif/ psikhomotor)
3. Strategi Pelaksanaan Kurikulum
a. Intrakurikuler:
1) Sistem Tatapmuka
a). Dilaksanakan dalam bentuk pertemuan dalam satu tempat untuk mengelola proses belajar mengajar.
b). Jam pelajaran disusun secara teratur dalam waktu yang tetap.
c). Guru dan murid terlibat aktif dalam proses belajar mengajar.
d). Buku dipakai sebagai alat dan sumber dalam kegiatan belajar mengajar.
e). Guru harus membuat program dan rencana pembelajaran pada setiap tatapmuka
f). Sistem evaluasi dilaksanakan dengan sistematis



2) Sistem modul :
a) Bahan pelajaran ditulis dibuku modul, tidak ada pertemuan dengan guru, kegiatan belajar dapat dibantu oleh tutor.
b). Siswa harus aktif membaca buku modul dan mengerjakan latihan-latihan dalam buku itu
c). Sistem evaluasi kurang sistematis.
Sistem Paket
a) Bahan pelajaran ditulis dibuku paket, tidak ada pertemuan dengan guru, kegiatan belajar dapat dibantu oleh tutor.
b). Siswa harus aktif membaca buku paket dan mengerjakan latihan-latihan dalam buku itu
c). Sistem evaluasi kurang sistematis.
b. Ekstrakurikuler
Kegiatan pengembangan sesuai dengan bakat dan minat siswa
Dilasanakan diluar jam pelajaran efektif (dapat dilakukan pada pagi, sore atau malam hari)
Dapat dilaksanakan di lingkungan sekolah atau diuar sekolah
Sekolah dapat memilih kegiatan sesuai dengan kemampuan lembaga baik menyangkut dana maupun tenaga.
Sekolah dapat bekerjasama dengan lembaga lain untuk memperoleh dana atau tenaga pengajar.
PRINSIP DASAR PENGEMBANGAN KURIKULUM



2. ORIENTASI PADA TUJUAN
Artinya yang menjadi titik tolak pengembangan adalah rumusan tujuan pendidikan atau pengajaran yang telah disusun untuk sebuah lembaga pendidikan.
LANGKAH-LANGKAH
- Membuat rumusan tujuan : Institusional, Kurikuler, Instruksional
Institusional : tujuan yang ingin dicapai oleh sekolah
Kurikuler : tujuan yang ingin dicapai setiap pelajaran.
Instruksional : tujuan yang ingin dicapai setiap pokok bahasan.
- Menentukan isi pelajaran sesuai dengan tujuan
KELEBIHAN :
- Karena tujuan jelas maka bahan pelajaran, metode mengajar, media pembelajaran menjadi lebih jelas.
- Mudah mengukur hasil belajar
- Hasil penilaian dapat dijadikan pengembangan kurikulum selanjutnya.
KELEMAHAN :
Pada proses penyusunan tujuan, karena harus mencakup berbagai ranah yakni : kognitif, afektif dan psikhomotor.


3. ORIENTASI PADA KETRAMPILAN PROSES
Artinya titik tolak pengembangan kurikulum terletak pada proses belajar mengajar, tetapi tetap mengacu pada tujuan.
LATAR BELAKANG :
- Cepatnya perkembangan iptek yang menuntut adanya berbagai perubahan.
- Siswa lebih menghayati hasil usaha sendiri
- Siswa lebih kritis dan kreatif
- Mengutamakan kemampuan individual
- Proses belajar lebih maksimal
LANGKAH-LANGKAH :
- Merumuskan tujuan : Institusional, Kurikuler dan Pembelajaran
- Menerapkan bahan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai
- Menyiapkan langkah-langkah proses pembelajaran yang mengutamakan keaktifan siswa.
KELEBIHAN :
Siswa dapat memperoleh hasil belajar dari berbagai sumber belajar dengan berbagai merode belajar.
KELEMAHAN :
Motivasi dan kemampuan belajar murid sangat bervarasi, sehingga menyulitkan perorganisasian belajar
Sarana belajar kirang memadai


4. ORIENTASI PADA KOMPETENSI
Artinya titik tolak pengembangan kurikulum pada tercapainya kompetensi siswa secara menyeluruh (kognitif, afektif dan psikhomotor)
LATAR BELAKANG :
- Kuatnya persaingan pada era globalisasi
- Menyongsong hadirnya tantangan terhadap cepatnya arus informasi.
- Perlunya pengembangan kecakapan hidup (life skill)
- Penguatan terhadap sistem pendidikan seumur hidup.
LANGKAH-LANGKAH :
- Menyusun struktur kurikulum sesuai dengan visi dan misi sekolah
- Menetapkan standar kompetensi untuk tiap mata pelajaran
- Menetapkan kompetensi dasar pada tiap pokok bahasan/tema konsep dalam setiap pelajaran.
- Menetapkan isi pelajaran sesuai dengan kompetensi dasar
- Menyusun indikator ketercapaian kompetensi dasar
KELEBIHAN :
- Anak berkembang sesuai dengan potensinya masing-masing
- Bahan pelajaran disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah.
KELEMAHAN :
- Para pendidik belum terbiasa menyusun silabus sendiri .
- Sarana belajar belum memadai
MODEL- MODEL PENGEMBANGAN KURIKULUM
1.Model : Rogers
Model-I :


Model -II :

Model -III :

Model -IV :

2. Model : Zais
a. Model Garis dan Staf (Topdown)

b. Model dari bawah (button up/grass roots)

c. Model Beauchamp
Mengembangkan dengan langkah-langkah :
1. Menetukan arena pengembangan
2. Membentuk tim pengembang
3. Melaksanakan pengembangan
4. Melaksanakan kurikulum di sekolah
5. Melakukan penilaian terhadap
pelaksanaannya.


d. Model Hilda Taba :
Mengembangkan dengan langkah-langkah:
1. Guru menyusun pengembangan kurikulum
2. Mengujicobakan hasil pengembangan di
sekolah
3. Menganalisis dan merevisi hasil
pengembangan
4. Membuat rancangan kurikulum
5. Membakukan hasil pengembangan yang
baru.

TAHAP-TAHAP PENGEMBANGAN KURIKULUM SEKOLAH
Pengembangan tingkat lembaga
a. Menyusun tujuan institusional (visi dan misi )
Dasar pertimbangannya :
- Undang-undang ( no 19/2005 : Standar isi )
- Harapan masyarakat
- Harapan sekolah yang lebih tinggi
b. Menetapkan isi dan struktur program :
- Sesuai dengan jenis program
- Sesuai dengan organisasi bahan
- Sesuai dengan pembagian alokasi waktu yang disepakati
c. Menyusun Srandar Kompetensi dan Kompetensi Dasar
d. Menyusun strategi pelaksanaan kurikulum :
- Intrakurikuler
- Ekstra kurikuler
- Tatap muka
- Tutorial/modul

2. Pengembangan Tingkat Pelajaran
(dalam bentuk penyusunan silabus).
Langkah-langkahnya :
- Menganalisis SK dan KD
- Menyusun indikator
- Menetapkan materi pelajaran
- Merencanakan kegiatan pembelajaran
- Merencanakan evaluasi
- Menyiapkan alat dan sumber pelajaran

Pengembangan Program Pengajaran di Kelas
dengan mengembangkan silabus kedalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
PENILAIAN KURIKULUM
PROSES PENILAIAN :

Model Penilaian :
Model Stake :
Antesenden : gambaran kondisi sebelum dilakukan kegiatan pembelajaran, tetapi berpengaruh terhadap keluaran, misalnya : karakteristik murid, kualitas guru, isi kurikulum, organisasi sekolah dan lingkungan.
Transaksi : penilaian kualitas proses pembelajaran, misalnya : intensifitas pembelajaran, sarana penunjang, alokasi waktu han komunikasi antara guru dengan murid.
Keluaran (out put) : hasil yang dicapai setelah proses pembelajaran dilaksanakan, misalnya : prestasi belajar siswa, sikap siswa dan perilaku sehari-hari.


2. Model CIPP :
Penilaian Contek : penilaian terhadap tujuan/kompetensi yang ingin dicapai.
Penilaian Input : penilaian terhadap berbagai upaya untuk mencapai tujuan/kompetensi
Penilaian proses : penilaian terhadap pelaksanaan pembelajaran yang telah dilakukan
Penilaian product (keluaran): penilaian terhadap ketercapaian program (hasil belajar)


3. Model Ten Brink :
Persiapan : mengumpulkan informasi dan membuat rencana apa yang dinilai, bagaimana cara menilai dan kapan penilaian dilakukan, serta menyusun instrumen penilaian.
Pengumpulan data : melalui interview, observasi dan angket terhadap guru, murid, lulusan dan pemakai lulusan.
Pelaksanaan penilaian : pembuatan keputusan tentang pelaksanaan kurikulum yang edang berjalan.
ASPEK-ASPEK PENILAIAN
Aspek tujuan (kompetensi yang diharapkan tercapai), yang mencakup :
a. Kejelasan dan ketepatan rumusan kompetensinya.
b. Kesesuaian tujuan dengan kenyataan dalam kehidupan.
c. Ketercapaian tujuan yang tercermin dalam ketercapaian
kompetensinya.
2. Aspek Isi kurikulum, mencakup :
a. Relevansinya dengan tujuan/kompetensinya.
b. Keluasan dan kedalaman materinya.
c. Ketepatan urutannya.
d. Kebenarannya sebagai pengetahuan.
3. Strategi pembelajaran, mencakup :
a. Pemilihan metode pembelajaran yang efektif.
b. Penggunaan media pembelajaran yang tepat.
c. Penerapan sistem evaluasi

4. Komponen Penunjang, mencakup :
a. Sistem pelayanan admintrasi
b. Manajemen sekolah
c. Sistem pelayanan bimbingan dan konseling
d. Kelengkapan sarana dan prasarana sekolah
e. Lingkungan sekolah

5. Hasil yang dicapai, mencakup :
a. Keluaran (out put), berupa : Prestasi siswa
b. Efek , berupa : perubahan tingkah laku akibat belajar.
c. Dampak, berupa : pengaruknya terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan kehidupan masyarakat luas.



Selanjutnya
Lihat pengembangan silabus




0 komentar:

Poskan Komentar